Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
Industri keramik membeli gas dengan kisaran harga dua kali lipat dari acuan.
AKSI akumulasi saham oleh jajaran manajemen kembali menjadi perhatian pelaku pasar. Kali ini, Direktur sekaligus Corporate Secretary PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL), Sjafardamsah, tercatat melakukan pembelian sebanyak 2 juta lembar saham Perseroan di pasar reguler.
Transaksi tersebut menjadi sorotan karena dilakukan menjelang pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Juni 2026. Langkah pembelian saham oleh direksi ini dinilai mencerminkan tingkat keyakinan internal terhadap prospek usaha Perseroan ke depan.
Sebagai pihak yang terlibat langsung dalam pengelolaan perusahaan, manajemen dinilai memiliki visibilitas yang lebih dalam terhadap kondisi operasional, strategi bisnis, serta berbagai agenda korporasi yang tengah disiapkan. Karena itu, setiap aksi akumulasi saham oleh jajaran direksi kerap menjadi perhatian investor dalam membaca arah sentimen pasar.
Baca juga : 16 Emiten Turun ke Papan Pengembangan BEI per 29 Mei 2026, Berikut Datarnya!
Momentum pembelian saham REAL kali ini juga dianggap menarik karena berdekatan dengan agenda RUPS yang akan segera digelar. Forum tersebut akan menjadi kesempatan bagi Perseroan untuk menyampaikan kinerja tahun buku 2025 sekaligus arah pengembangan bisnis pada periode mendatang.
Sejumlah pelaku pasar menilai RUPS dapat menjadi katalis penting apabila Perseroan mampu memaparkan strategi pertumbuhan yang lebih agresif, termasuk optimalisasi aset, pengembangan lini usaha, serta peningkatan kinerja keuangan secara berkelanjutan.
Selain itu, investor juga mulai mencermati agenda penggunaan laba bersih tahun buku 2025 yang akan dibahas dalam RUPS. Pasar berharap Perseroan dapat terus memberikan nilai tambah kepada pemegang saham, termasuk melalui potensi pembagian dividen.
Baca juga : Rebalancing MSCI Jadi Alarm Transparansi dan Tata Kelola Emiten RI
Apabila pembagian dividen disetujui dalam RUPS, maka distribusi kepada pemegang saham berpotensi dilakukan pada Juli 2026 sesuai jadwal yang akan ditetapkan Perseroan. Ekspektasi ini menjadi salah satu sentimen tambahan yang mulai diperhitungkan pelaku pasar, terutama di tengah meningkatnya minat terhadap emiten dengan kombinasi pertumbuhan dan imbal hasil tunai.
Di sisi lain, prospek sektor properti Indonesia pada 2026 dinilai semakin kondusif. Perpanjangan insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga 2027, relaksasi LTV/FTV hingga … [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Rabu, 24 Juni 2026 09:21:09 WIB*