Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
Jakarta – PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) menegaskan belum memiliki rencana untuk melakukan aksi korporasi sepanjang 2026.
Direktur HOKI, Budiman Susilo, menjelaskan bahwa belum adanya rencana tersebut disebabkan perseroan baru saja merampungkan pembangunan pabrik beras di Jawa Tengah pada semester II 2025.
“Karena kan kita kemarin juga sudah mengeluarkan capex (belanja modal) sekitar Rp15 miliar Untuk bikin proyek pabrik ya yang ada di Jawa Tengah. Nah ini sudah mau jadi, bahkan sudah jadi di semester kedua di 2025 itu dan kita sudah mulai produksi ya,” ucap Budiman dalam Konferensi Pers di Jakarta, 23 Juni 2026.
Dengan selesainya investasi tersebut, HOKI menilai masih terdapat ruang pertumbuhan yang cukup besar, khususnya melalui penguatan kinerja di segmen fast moving consumer goods (FMCG). Strategi ini ditempuh lewat inovasi produk berbasis kebutuhan konsumen, di antaranya Hoki Gohan dan Topikoki Royal.
Selain itu, perseroan juga akan memperkuat jaringan distribusi nasional, melakukan pembaruan teknologi dan pengembangan bisnis digital, serta mendorong praktik keberlanjutan bersama mitra petani lokal.
Dari sisi kinerja, HOKI mencatat pendapatan konsolidasian pada kuartal I 2026 naik 46,7 persen menjadi Rp536 miliar, dibandingkan Rp365 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan tersebut terutama ditopang oleh kuatnya volume penjualan segmen beras pada momentum Ramadhan dan Idul Fitri 2026.
Meski demikian, laba kotor perseroan tercatat turun 25,5 persen menjadi Rp8 miliar pada kuartal I 2026, dibandingkan Rp10 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan tersebut turut menekan margin laba kotor dari 2,8 persen pada kuartal I 2025 menjadi 1,4 persen pada kuartal I 2026.
Dari sisi neraca, total aset HOKI pada kuartal I 2026 tercatat sebesar Rp936,8 miliar, dengan total liabilitas Rp366,4 miliar dan ekuitas Rp570,3 miliar.
Sementara itu, rasio keuangan perseroan tetap terjaga dengan rasio lancar sebesar 1,71 kali dan debt to equity ratio (DER) sebesar 0,58 kali. (*)
Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).
*Tanggal Source Berita: Selasa, 23 Juni 2026 18:05:00 WIB*