Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 401 – {‘error’: {‘message’: ‘litellm.AuthenticationError: AuthenticationError: OpenAIException – Not Enough CreditsNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]. Received Model Group=kimi-k2.6\nAvailable Model Group Fallbacks=None\nError doing the fallback: litellm.AuthenticationError: AuthenticationError: OpenAIException – Not Enough CreditsNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]’, ‘type’: None, ‘param’: None,
Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 401 – {‘error’: {‘message’: ‘litellm.AuthenticationError: AuthenticationError: OpenAIException – Not Enough CreditsNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]. Received Model Group=kimi-k2.6\nAvailable Model Group Fallbacks=None\nError doing the fallback: litellm.AuthenticationError: AuthenticationError: OpenAIException – Not Enough CreditsNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]’, ‘type’: None, ‘param’: None, ‘code’: ‘401’}}
Isi berita asli:
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) resmi menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp21,9 triliun untuk tahun buku 2025 atau setara dengan Rp221 per saham. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar secara daring pada Senin, 8 Juni 2026. Selain agenda dividen, RUPST turut menyetujui rencana program buyback saham senilai hingga Rp4 triliun.
Dividen tunai sebesar Rp21,9 triliun atau Rp221 per saham ini bersumber dari dua pos utama. Sebagian besar berasal dari keseluruhan laba bersih yang diperoleh TLKM sepanjang 2025, sementara sisanya sekitar Rp4,2 triliun berasal dari pos laba ditahan TLKM tahun sebelumnya.
Pembayaran dividen dijadwalkan dilakukan selambat-lambatnya pada 10 Juli 2026, memberikan kepastian jadwal bagi pemegang saham yang menantikan imbal hasil dari investasinya di emiten telekomunikasi pelat merah ini.
Direktur Utama TLKM, Dian Siswarini, menjelaskan bahwa keputusan pembayaran dividen didasarkan pada sejumlah aspek, utamanya keseimbangan antara pengembalian kepada pemegang saham dan kebutuhan investasi jangka panjang perseroan.
“Meskipun menghadapi tekanan industri dan ketidakpastian sepanjang 2025, perseroan telah berhasil membuktikan bahwa fundamental bisnis tetap terjaga dan arus kas juga kian menguat,” kata Dian lewat siaran pers, Senin (8/6/2026).
Pernyataan tersebut mencerminkan keyakinan manajemen terhadap kondisi keuangan perseroan yang dinilai cukup solid untuk mendukung distribusi dividen dalam jumlah yang signifikan, meski industri telekomunikasi menghadapi berbagai tekanan sepanjang tahun buku 2025.
Selain pembagian dividen, RUPST juga menyetujui rencana program pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai sebesar-besarnya Rp4 triliun. Buyback dilakukan melalui Bursa Efek maupun di luar Bursa Efek, baik secara bertahap maupun sekaligus dalam periode dua belas bulan setelah disetujui pada RUPST.
Periode pelaksanaan buyback ditetapkan berlangsung sejak 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027, memberikan fleksibilitas bagi manajemen dalam menentukan waktu dan mekanisme pembelian yang optimal sesuai kondisi pasar.
Aksi korporasi buyback ini dijalankan sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan nilai pemegang saham sekaligus sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga saham perseroan di tengah dinamika pasar yang terus bergerak.
RUPST juga menyetujui perubahan susunan Pengurus Dewan Komisaris untuk memperkuat fondasi kepemimpinan Telk… [content truncated]











Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *