Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 401 – {‘error’: {‘message’: ‘litellm.AuthenticationError: AuthenticationError: OpenAIException – Not Enough CreditsNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]. Received Model Group=kimi-k2.6\nAvailable Model Group Fallbacks=None\nError doing the fallback: litellm.AuthenticationError: AuthenticationError: OpenAIException – Not Enough CreditsNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]’, ‘type’: None, ‘param’: None,
Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 401 – {‘error’: {‘message’: ‘litellm.AuthenticationError: AuthenticationError: OpenAIException – Not Enough CreditsNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]. Received Model Group=kimi-k2.6\nAvailable Model Group Fallbacks=None\nError doing the fallback: litellm.AuthenticationError: AuthenticationError: OpenAIException – Not Enough CreditsNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]’, ‘type’: None, ‘param’: None, ‘code’: ‘401’}}
Isi berita asli:
Jakarta, CNBC Indonesia – OpenAI diam-diam mengajukan dokumen penawaran umum perdana saham (IPO) kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC). Langkah ini dilakukan sepekan setelah pesaingnya, Anthropic, mengajukan IPO serupa dan hanya beberapa hari sebelum SpaceX milik Elon Musk dijadwalkan melantai di bursa.
Perusahaan kecerdasan buatan (AI) yang memiliki valuasi lebih dari US$850 miliar itu tengah mempersiapkan diri untuk melantai di pasar saham paling cepat pada kuartal IV tahun ini. Pengajuan secara rahasia memungkinkan perusahaan menyerahkan laporan keuangan kepada regulator untuk ditinjau sebelum dipublikasikan kepada investor dan masyarakat.
Chief Financial Officer (CFO) OpenAI Sarah Friar sebelumnya mengatakan pada April lalu bahwa perusahaan sekelas OpenAI perlu terlihat, berperilaku, dan beroperasi layaknya perusahaan publik. Namun, ia tidak memberikan kepastian mengenai jadwal IPO. OpenAI pada Senin juga menegaskan bahwa perusahaan belum menentukan waktu pelaksanaan IPO.
Dalam pernyataannya, OpenAI mengungkapkan telah mengajukan dokumen S-1 secara rahasia kepada SEC.
“Kami baru-baru ini mengajukan S-1 yang bersifat rahasia. Kami memperkirakan informasi ini akan bocor sehingga kami memutuskan untuk mengumumkannya. Kami belum memutuskan waktunya, mungkin masih cukup lama karena ada beberapa hal yang lebih mudah kami lakukan sebagai perusahaan privat. Namun, ini merupakan serangkaian pertimbangan yang kompleks dan langkah ini memberi kami opsi untuk lebih cepat melantai di bursa jika itu menjadi pilihan terbaik,” tulis OpenAI, dikutip dari CNBC Internasional, Selasa (9/6/2026).
Selain itu, OpenAI berencana memfasilitasi tender offer yang memungkinkan karyawan menjual saham mereka berdasarkan valuasi terbaru perusahaan yang mencapai US$852 miliar setelah pendanaan. Langkah tersebut bertujuan mengurangi tekanan likuiditas dalam jangka pendek.
Menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut, OpenAI juga menggandeng sejumlah bank investasi besar, termasuk Goldman Sachs dan Morgan Stanley, untuk mempersiapkan proses IPO. Kedua bank tersebut juga tercatat sebagai penjamin emisi utama dalam dokumen IPO SpaceX.
OpenAI melejit ke arus utama setelah meluncurkan chatbot ChatGPT pada 2022. Saat ini, ChatGPT telah memiliki lebih dari 900 juta pengguna aktif mingguan. Meski demikian, persaingan di industri AI semakin ketat dengan kehadiran pemain besar seperti Anthropic, Google, dan SpaceX yang telah bergabung dengan xAI milik Elon Musk awal t… [content truncated]








Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *